BeritaKegiatan

PPG FKIP USK Perluas Kerja Sama: Gandeng Basarnas dan Gerakan Pramuka Aceh Besar, Bekali Mahasiswa Calon Guru Keterampilan Kesiapsiagaan Bencana

Program Pendidikan Profesi Guru (PPG), Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Universitas Syiah Kuala (USK) terus memperluas jejaring kerja sama dengan instansi daerah melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) bersama Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Banda Aceh (Basarnas) serta Gerakan Pramuka Aceh Besar. Kegiatan ini dirangkaikan dengan kuliah umum dan pelatihan dasar kesiapsiagaan bencana serta teknik pertolongan pertama bagi mahasiswa PPG calon guru.

Kegiatan yang berlangsung di Auditorium Lantai 3 FKIP USK, Banda Aceh, pada Senin (26/10/2026) ini bertujuan memperkuat kompetensi mahasiswa PPG calon guru, khususnya dalam memahami risiko bencana, menerapkan prosedur keselamatan, melakukan evakuasi, dan memberikan pertolongan pertama dalam situasi darurat di lingkungan pendidikan.

Kegiatan tersebut diikuti oleh 119 mahasiswa PPG dan 75 mahasiswa S-1 FKIP USK. Acara diawali dengan laporan Ketua PPG FKIP USK, Drs. Abu Bakar, M.Si., dan dibuka oleh Dekan FKIP USK, Dr. Amiruddin, S.Pd., M.Si.

Dalam laporannya, Ketua PPG FKIP USK, Drs. Abu Bakar, M.Si., menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya membekali mahasiswa calon guru dengan pengetahuan dan keterampilan dasar yang dibutuhkan untuk menghadapi situasi darurat. Kesiapsiagaan bencana dinilai penting bagi mahasiswa PPG calon guru agar mampu memahami prosedur keselamatan serta berkontribusi dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman.

Selanjutnya, Dekan FKIP USK, Dr. Amiruddin, S.Pd., M.Si., menyampaikan apresiasi kepada Basarnas yang telah meluangkan waktu untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman dengan mahasiswa melalui kuliah umum dan pelatihan kebencanaan.

Ia menilai kegiatan tersebut sangat bermanfaat bagi mahasiswa, terutama dalam meningkatkan pemahaman tentang kesiapsiagaan dan respons terhadap bencana. Dekan juga berharap kerja sama ini dapat dikembangkan lebih lanjut melalui kolaborasi antara FKIP USK, Basarnas, dan Kepolisian Daerah (Polda) Aceh.

“Memasuki bulan November, kesiapsiagaan bencana menjadi hal yang perlu mendapat perhatian bersama. Kami berharap kerja sama ini tidak berhenti pada kegiatan hari ini, tetapi dapat terus dikembangkan melalui berbagai program yang bermanfaat bagi mahasiswa dan masyarakat,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Banda Aceh, Ibnu Harris Al Hussain, S.Si., M.Si., selaku pemateri pada kuliah umum ini menyambut baik pelaksanaan kegiatan tersebut. Ia menekankan bahwa Aceh memiliki pengalaman dan kerawanan terhadap berbagai jenis bencana sehingga edukasi kebencanaan perlu menjadi perhatian, termasuk di lingkungan perguruan tinggi.

“Aceh merupakan laboratorium bencana karena berbagai jenis bencana dapat terjadi di daerah ini. Saya sangat mengapresiasi kegiatan ini karena belum semua fakultas dan universitas menjadikan edukasi kebencanaan sebagai perhatian penting,” ujarnya.

Ia juga menyatakan bahwa Basarnas menyambut baik kerja sama dengan PPG FKIP USK dan terbuka untuk mengembangkan kolaborasi yang lebih luas bersama Universitas Syiah Kuala, tidak terbatas pada FKIP saja.

Menurutnya, keterhubungan antara dunia akademik dan praktisi di lapangan sangat penting untuk memperkuat pengetahuan serta keterampilan masyarakat dalam menghadapi bencana. Melalui kolaborasi tersebut, materi yang diperoleh di perguruan tinggi diharapkan dapat terhubung dengan pengalaman dan praktik penanganan keadaan darurat secara langsung.

Kuliah umum yang mengangkat tema “Kesiapsiagaan Bencana bagi Guru dan Tenaga Kependidikan: Peningkatan Pengetahuan dan Keterampilan dalam Menghadapi Bencana” memberikan pemahaman kepada peserta mengenai pentingnya kesiapsiagaan serta peran guru dalam membangun lingkungan pendidikan yang aman dan tanggap terhadap berbagai potensi keadaan darurat.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pelatihan dasar kesiapsiagaan bencana dan evakuasi. Peserta diperkenalkan pada langkah-langkah yang perlu dilakukan ketika menghadapi situasi darurat, mulai dari menjaga ketenangan, mengikuti jalur evakuasi, memprioritaskan kelompok rentan, hingga menuju titik kumpul yang telah ditentukan. Peserta juga mendapatkan pengetahuan mengenai persiapan tas siaga bencana yang berisi dokumen penting, air minum, makanan tahan lama, obat-obatan pribadi, alat penerangan, sarana komunikasi, dan perlengkapan darurat lainnya.

Penandatanganan PKS antara PPG FKIP USK dan Basarnas serta antara PPG FKIP USK dan Gerakan Pramuka Aceh Besar menjadi langkah strategis dalam memperkuat sinergi antarlembaga. Kerja sama ini diharapkan membuka peluang kolaborasi dalam pengembangan kompetensi mahasiswa PPG calon guru, edukasi kebencanaan, serta penguatan budaya keselamatan di lingkungan pendidikan.

Kegiatan berlangsung dengan baik dan mendapat respons positif dari peserta. Sinergi antara PPG FKIP USK, Basarnas, dan Gerakan Pramuka Aceh Besar diharapkan menjadi awal dari kolaborasi berkelanjutan yang menghubungkan keunggulan akademik dengan pengalaman praktis di lapangan, sekaligus memperkuat kesiapsiagaan bencana di lingkungan pendidikan Aceh.

Related Articles

Back to top button